Rabu, 27 September 2017

MEMBUAT RINGKASAN by Rahma DF

Sumber : https://www.google.co.id/


Ringkasan adalah bentuk singkat dari naskah asli suatu bacaan. Proporsi dari susunan karangan harus dijaga meskipun bentuknya singkat. Pembuatan ringkasan bertujuan untuk mengerti dan mengingat kembali isi suatu bacaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita perlu terlebih dulu menandai ide-ide pokok dan tema dari bacaan yang akan diringkas. Selain itu, tujuan lain dari membuat ringkasan adalah agar kita terbantu ketika membaca suatu sumber materi dan menghemat waktu dalam belajar. Namun, membuat ringkasan tidaklah tanpa aturan. Ada beberapa ciri dan hal-hal yang perlu diperhatika ketika akan membuat ringkasan. Mari kita simak ciri-ciri ringkasan dan langkah-langkah untuk membuat ringkasan yang baik.

Adapun ciri-ciri dari ringkasan tersebut adalah sebagai berikut:
a)    Mengungkapkan kembali sebuah karangan atau naskah bacaan dalam bentuk yang padat. Dalam meringkas kita mengambil intisari atau ide-ide pokok suatu bacaan sehingga menjadi bentuk yang lebih padat.
b)   Memproduksi kembali apa yang diungkapkan pengarang dalam tulisannya. Kita mengambil intisari yang kemudian ditulis ulang dengan bahasa kita sendiri apa yang diungkapkan oleh sang penulis.
c)  Menjaga urutan ide-ide pokok sehingga terbangun ringkasan dari naskah asli. Dalam meringkas kita harus tetap merunut ide-ide pokok sehingga ringkasan yang kita buat tetap mewakili naskah bacaan aslinya.
d)   Susunan ringkasan, sudut pandang, dan isi mengikuti naskah asli. Meskipun kita        menuliskan kembali, namun tidak boleh keluar dari susunan naskah aslinya.
e)   Menuliskan kalimat-kalimat pendek yang mewakili tulisan pengarang. Pada prinsipnya, meringkas berarti membuat tulisan menjadi tulisan lebih pendek. Oleh karena itu, kalimat-kalimat dalam ringkasanpun pendek dan padat namun tidak menghilangkan unsur-unsur estetika dari naskah aslinya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda akan membuat ringkasan:
1)      Anda harus mampu membaca dengan baik bacaan yang akan Anda buat ringkasannya.
2)      Anda perlu memahami isi keseluruhan bacaan tersebut.
3)  Anda temukan gagasan pokok ataupun kalimat utama dari bacaan yang akan Anda rangkum.
4)      Anda perlu menyusun kalimat utama tersebut yang kemudian Anda kembangkan sesuai dengan isi bacaan dengan bahasa Anda sendiri.

Langkah Membuat Ringkasan
a.   Baca sumber bacaan yang akan diringkas. Dengan membaca dan memahami isi bacaan tersebut, Anda akan merasa lebih mudah dalam membuat ringkasan. Anda akan lebih mudah membuat ringkasan tersebt dengan bahasa Anda sendiri karena Anda sudah memahami konsep dasarnya.
b.     Buat kerangka pikir. Catat poin-poin penting. Catatlah poin-poin penting yang berupa ide pokok dari tiap paragraf. Susunlah poin-poin penting tersebut sehingga dapat dikembangkan sesuai dengan isi bacaan.
c.       Buatlah konsep pertama dari ringkasan tersebut tanpa melihat bacaan aslinya.
d.     Selalu gunakan teknik paraphrase. Menuliskan kembali suatu kalimat dengan makna yang sama namun dengan kata kata yang berbeda dari naskah aslinya. Jika Anda ingin mengutip kalimat persis seperti dalam naska asli, Anda dapat menggunakan tanda kutip dua.
e.       Targetkan bahwa konsep dari ringkasan Anda tidak lenih dari ¼ naskah aslinya.
f.  Jangan lupa menuliskan identitas tulisan. Awali penulisan ringkasan Anda dengan menuliskan tipe ringkasan, judul dan penulis bacaan yang akan diringkas.
g.    Periksa kembali apakah poin-poin yang Anda tuliskan tersebut penting dan sudah tepat mewakili ide pokok dari naskah asli.
h.    Jangan menambahkan opinin, ide atau interpretasi Anda dalam ringkasan. Dengan kata lain, Anda perlu untuk berhati-hati dengan kata-kata yang Anda gunakan dalam meringkas.


PENGERTIAN, CIRI - CIRI DAN UNSUR - UNSUR CERITA PENDEK


Sumber : https://images.search.yahoo.com

Pengertian Cerpen

Cerpen adalah jenis karya sastra yang diparkan atau dijelaskan dalam bentuk tulisan yang berwujud sebuah cerita atau kisah secara pendek, jelas, serta ringkas. Cerpen bisa disebut juga dengan sebuah prosa fiksi yang isinya tentang pengisahan yang hanya terfokus pada satu konflik atau permasalahan

Ciri - Ciri Cerpen
1)     Kata dalam cerita tidak lebih dari 10.000 kata.
2)    Tulisannya lebih singkat jika dibandingkan dengan novel.
3)     Isi kebanyakan mencerminkan kisah sehari-hari.
4)    Tokoh cerpen itu sederhana dan karakternya tidak mendetail.
5)    Bersifat fiktif
6)    Habis ceritanya jikalau dibaca sambil dalam keadaan duduk.
7)    Kata-kata mudah sekali untuk dipahami oleh pembacanya.
8)    Pesan dan kesan yang diberikan dalam cerita sangat mendalam sehingga pembaca juga ikut serta merasakan kesan dari cerita itu.

Unsur - Unsur Cerpen
Unsur-unsur cerpen terdiri dari dua macam, dua macam itu adalah unsur intrinsik dan ekstrinsik. Berikut dibawah ini penulis paparkan penjelasan lengkap mengenai unsur-unsur itu.

a.    Unsur Intrinsik Cerpen
Adapun beberapa unsur intrinsik dari cerpen itu adalah :
1)     Tema
Tema adalah suatu pokok masalah yang mendasari sebuah cerita (gagasan pokok dasar cerita). Tema biasanya terlihat jelas dalam cerita, namun tidak dalam keadaan langsung, yang mana pembaca itu harus menyimpulkan terlebih dahulu untuk menentukan tema dari sebuah cerita itu. Biasanya tema dirumuskan dalam bentuk sebuah kalimat pernyataan.
2)    Alur atau Plot
Alur atau plot ialah sebuah langkah atau jalan dari sebuah cerita.Urutan cerita biasanya bisa terjalin atas urutan waktu, kejadian atau hubungan dari sebab dan akibat.
Secara garis besar urutan alur atau plot yaitu perkenalan - kemudian mucul sebuah konflik atau masalah - peningkatan masalah atau konflik - puncak masalah (klimaks) - kemudian penurunan masalah atau konflik - dan yang terakhir adalah penyelesaian masalah.

3)     Penokohan atau Perwatakan
Penokohan adalah pemberian suatu watak atau sifat (karakter) pada tokoh cerita. Pemberian sifat tersebut akan tercermin dalam fikiran, tingkah laku, ucapan atau pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan tersebut ada 2 yaitu dengan metode analitik dan metode dramatik. Metode analitik adalah metode penokohan yang dicerminkan atau dipaparkan secara langsung. seperti sadis, pemarah, keras kepala dan lain-lain. Sedangkan metode dramatik adalah metode penokohan yang dicerminkan atau dipaparkan secara tidak langsung, atau pengmbaran sifat melalui penggambaran fisik, dialog antar tokoh dll. Penampilan tokoh juga dibagi menjadi 2 yaitu protagonis dan antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang memerankan/memiliki watak baik, jujur, dapat dipercaya, cepat tanggap dan lain-lain (lebih jelas tokoh ini berwatak baik-baik). Jika tokoh antagonis adalah tokoh yang memerankan/memiliki watak jelek ( pendendam, jahat, sombong dan lain-lain).

4)     Setting atau Latar
Setting atau latar adalah tempat peristiwa,waktu dan suasana cerpen itu dilakukan. Atau lebih jelasnya latar atau setting itu terdiri dari 3 unsur yaitu :
a)    Latar Tempat (berkaitan dengan dimana peristiwa dalam cerpen itu terjadi).
b)    Latar Waktu (berkaitan dengan kapan peristiwa dalam cerpen terjadi).
c)    Latar Suasana ( berkaitan dengan perasaan atau suasana kejadian peristiwa dalam cerpen itu terjadi).

5)    Sudut Pandang atau Point Of View
Sudut pandang adalah cara bercerita atau cara pandang visi seorang pengarang pada suatu peristiwa dalam cerpen. Sudut pandang dibagi menjadi beberapa yang diantaranya yaitu, sudut pandang orang pertama atau dengan gaya bahasa "aku" dll., sudut pandang peninjau atau orang ke-3, sudut pandang campuran (bisa orang pertama atau ketiga).  Dalam sudut pandang, kata ganti orang dibagi menjadi 3 yaitu :
a)    Sudut pandang orang pertama, yaitu orang yang berbicara. Contohnya seperti kata aku , saya , gue (untuk tunggal), seperti kami, kita, (untuk jamak ).
b)    Sudut pandang orang kedua, yaitu orang yang dibicarakan. Contohnya seperti kamu, engkau (untuk tunggal), seperti kalian ( untuk jamak )
c)    Sudut pandang orang ketiga, yaitu orang yang dibicarakan. Contohnya seperti ia, dia (untuk tunggal), seperti mereka (untuk jamak).

6)    Amanat
Amanat adalah sebuah pesan atau harapan seorang penulis cerita kepada pembaca agar pembaca mau bertindak atau melakukan sesuatu.

7)    Gaya Penceritaan
Gaya penceritaan itu dapat dilihat dari segi bahasa dan nada. Dari segi bahasa, kalian bisa mencermati adakah kekhasan dari sebuah cerpen itu dalam pemilihan sebuah gaya bahasa (majas), ungkapan yang digunakan. Jika dari segi nada kalian dapat mencermati apakah ada kesan nada yang menimbulkan rasa romantis, simpatik dan sebagainya dalam cerpen tersebut.

b.   Unsur Ekstrinsik Cerpen
Selain unsur instrinsik, cerpen juga memiliki beberapa unsur ekstrinsik yang antara lain adalah :
1)     Latar Belakang Masyarakat
Pengaruh latar belakang masyarakat kepada pembuatan cerpen itu sangatlah berpengaruh, Pemahaman untuk itu bisa berupa antara lain adalah kondisi politik, idiologi negara, kondisi sosialnya, dan juga kondisi keekonomian masyarakat.
2)    Latar Belakang Seorang Pengarang
Latar belakang pengarang itu terdiri dari, biografi pengarang tersebut bagaimana, kondisi psikologis pengarang bagaimana, serta aliran sebuah sastra yang dimiliki penulis sangatlah mempengaruhi terhadap terbentuknya sebuah cerpen.

Minggu, 24 September 2017

Langkah - langkah Membuat Laporan


sumber : https://www.google.co.id

Menulis laporan merupakan kegiatan menulis berdasarkan hasil pengamatan atau kunjungan. Sebelum menulis laporan mestinya kamu harus memerhatikan langkah – langkah berikut ini :

1.      Melakukan Kunjungan atau Pengamatan di Suatu Tempat
     Misalnya, kamu akan mengarang dengan tema ’pertanian’ akan lebih pas jika kamu melakukan pengamatan ke sawah. Bertanyalah kepada orang-orang yang bergelut dalam hal pertanian (petani, pedagang obat tanaman, atau tempat penggilingan padi, dan sebagainya.) Kalau perlu lakukan kegiatan berwawancara. Tanyakan hal-hal yang belum kamu ketahui!

2.      Mencatat Hal-hal Penting yang Terjadi di Tempat Kunjungan
    Catatlah hal-hal penting dari hasil wawancara atau pengamatan. Maksudnya, apa yang kamu lihat atau apa yang kamu dapatkan dari penjelasan narasumber kamu tulis dalam buku.

3.      Menulis Laporan Berdasarkan Catatan (Konsep)
a.       Tulislah laporan dengan dasar catatan yang telah dibuat.
b.      Bacalah berulang-ulang tulisan laporan tadi.
c.       Gantilah kalimat yang belum baik.
d.       Bacalah untuk temanmu atau gurumu.
e.       Mintalah masukan atau saran untuk kelengkapan tulisanmu!

4.      Memperbaiki Tulisan Berdasarkan Masukan dari Teman atau Gurumu
           Agar laporanmu sempurna, lakukan perbaikan sesuai masukan teman atau guru!

5.      Menulis Laporan Hasil Pengamatan atau Kunjungan dengan Benar (Final)
        Laporan ditulis berdasarkan hasil pengamatan atau kunjungan dengan benar. Tulislah dengan               jelas dan rapi. Perhatikan ejaan, tanda baca, dan kalimat efektif.


Materi bahasa indonesia SD kelas 4 Menulis Teks





        Sekarang kamu akan belajar menulis percakapan dengan cara melengkapi percakapan yang belum selesai. Tentu dengan memperhatikan penggunaan ejaan yang benar, seperti penggunaan tanda titik dua. Berikut petunjuk penggunaan tanda baca titik dua ( : ).
1. Tanda baca titik dua dapat dipakai pada akhir suatu paragraf lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Misalnya: Irma membawa tas ke sekolah berisi: pensil, buku, dan
penghapus.
2. Tanda baca titik dua ( : ) biasa digunakan pada sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Contohnya, dalam berbagai formulir isian.
3. Tanda baca titik dua juga digunakan dalam teks naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Untuk melengkapi percakapan yang belum selesai, kamu harus mengetahui dulu informasi tentang percakapan tersebut. Gunakan percakapan dengan memakai bahasamu sendiri dan perhatikan ejaan dengan benar. Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan kata, kalimat, dan sebagainya dalam bentuk tulisan serta penggunaan tandatanda baca. Setelah mengetahui kegunaan tanda baca titik dua, ayo kalian kerjakan latihan berikut dengan cermat!

Mari Berlatih 1.1
Dalam cerita “Nenekku Keracunan Obat”, terdapat percakapan berikut.
Dokter : Apa yang dirasa sakit, Nek?”
Nenek : Seluruh badan saya terasa sangat lemas. Inginnya tidur
terus dan saya tidak nafsu makan.
Dokter : ….
Sekarang, lengkapilah percakapan tersebut sesuai dengan teks isi
bacaan di atas!



Rabu, 13 September 2017

welcome my blog pengertian seni di indonesia


Image result for ki hajar dewantaraASSALAMUALAIKUM

Menurut Ki Hajar Dewantara, seni yaitu segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaanya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia. Definisi lain dikemukakan Akhidat K. Miharja yang menyebutkan bahwa seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksi realitas (kenyataan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya.
Jadi, menurut saya seni adalah segala macam keindahan yang diciptakan oleh manusia  dan dirasakan oleh manusia itu sendiri.