Sumber : https://images.search.yahoo.com
Pengertian Cerpen
Cerpen adalah jenis
karya sastra yang diparkan atau dijelaskan dalam bentuk tulisan yang berwujud
sebuah cerita atau kisah secara pendek, jelas, serta ringkas. Cerpen bisa disebut juga dengan sebuah prosa fiksi yang isinya
tentang pengisahan yang hanya terfokus pada satu konflik atau permasalahan
Ciri - Ciri Cerpen
1)
Kata dalam cerita tidak lebih dari 10.000
kata.
2) Tulisannya lebih
singkat jika dibandingkan dengan novel.
3) Isi kebanyakan
mencerminkan kisah sehari-hari.
4) Tokoh cerpen itu
sederhana dan karakternya tidak mendetail.
5) Bersifat fiktif
6) Habis ceritanya
jikalau dibaca sambil dalam keadaan duduk.
7) Kata-kata mudah sekali
untuk dipahami oleh pembacanya.
8) Pesan dan kesan yang
diberikan dalam cerita sangat mendalam sehingga pembaca juga ikut serta
merasakan kesan dari cerita itu.
Unsur - Unsur
Cerpen
Unsur-unsur
cerpen terdiri dari dua macam, dua macam itu adalah unsur intrinsik dan
ekstrinsik. Berikut dibawah ini penulis paparkan penjelasan lengkap mengenai
unsur-unsur itu.
a.
Unsur Intrinsik Cerpen
Adapun beberapa unsur intrinsik dari cerpen itu adalah :
1) Tema
Tema adalah
suatu pokok masalah yang mendasari sebuah cerita (gagasan pokok dasar cerita).
Tema biasanya terlihat jelas dalam cerita, namun tidak dalam keadaan langsung,
yang mana pembaca itu harus menyimpulkan terlebih dahulu untuk menentukan tema
dari sebuah cerita itu. Biasanya tema dirumuskan dalam bentuk sebuah kalimat
pernyataan.
2) Alur atau Plot
Alur atau plot
ialah sebuah langkah atau jalan dari sebuah cerita.Urutan cerita biasanya bisa
terjalin atas urutan waktu, kejadian atau hubungan dari sebab dan akibat.
Secara garis
besar urutan alur atau plot yaitu perkenalan - kemudian mucul sebuah konflik
atau masalah - peningkatan masalah atau konflik - puncak masalah (klimaks) -
kemudian penurunan masalah atau konflik - dan yang terakhir adalah penyelesaian
masalah.
3) Penokohan atau
Perwatakan
Penokohan
adalah pemberian suatu watak atau sifat (karakter) pada tokoh cerita. Pemberian
sifat tersebut akan tercermin dalam fikiran, tingkah laku, ucapan atau
pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan tersebut ada 2 yaitu
dengan metode analitik dan metode dramatik. Metode analitik adalah metode
penokohan yang dicerminkan atau dipaparkan secara langsung. seperti sadis,
pemarah, keras kepala dan lain-lain. Sedangkan metode dramatik adalah metode
penokohan yang dicerminkan atau dipaparkan secara tidak langsung, atau
pengmbaran sifat melalui penggambaran fisik, dialog antar tokoh dll. Penampilan
tokoh juga dibagi menjadi 2 yaitu protagonis dan antagonis. Tokoh protagonis
adalah tokoh yang memerankan/memiliki watak baik, jujur, dapat dipercaya, cepat
tanggap dan lain-lain (lebih jelas tokoh ini berwatak baik-baik). Jika tokoh
antagonis adalah tokoh yang memerankan/memiliki watak jelek ( pendendam, jahat,
sombong dan lain-lain).
4) Setting atau Latar
Setting atau
latar adalah tempat peristiwa,waktu dan suasana cerpen itu dilakukan. Atau
lebih jelasnya latar atau setting itu terdiri dari 3 unsur yaitu :
a) Latar Tempat
(berkaitan dengan dimana peristiwa dalam cerpen itu terjadi).
b) Latar Waktu
(berkaitan dengan kapan peristiwa dalam cerpen terjadi).
c) Latar Suasana (
berkaitan dengan perasaan atau suasana kejadian peristiwa dalam cerpen itu
terjadi).
5) Sudut Pandang
atau Point Of View
Sudut pandang
adalah cara bercerita atau cara pandang visi seorang pengarang pada suatu
peristiwa dalam cerpen. Sudut pandang dibagi menjadi beberapa yang diantaranya
yaitu, sudut pandang orang pertama atau dengan gaya bahasa "aku"
dll., sudut pandang peninjau atau orang ke-3, sudut pandang campuran (bisa
orang pertama atau ketiga). Dalam sudut
pandang, kata ganti orang dibagi menjadi 3 yaitu :
a) Sudut pandang
orang pertama, yaitu orang yang berbicara. Contohnya seperti kata aku , saya ,
gue (untuk tunggal), seperti kami, kita, (untuk jamak ).
b) Sudut pandang
orang kedua, yaitu orang yang dibicarakan. Contohnya seperti kamu, engkau
(untuk tunggal), seperti kalian ( untuk jamak )
c) Sudut pandang
orang ketiga, yaitu orang yang dibicarakan. Contohnya seperti ia, dia (untuk
tunggal), seperti mereka (untuk jamak).
6) Amanat
Amanat adalah
sebuah pesan atau harapan seorang penulis cerita kepada pembaca agar pembaca
mau bertindak atau melakukan sesuatu.
7) Gaya
Penceritaan
Gaya
penceritaan itu dapat dilihat dari segi bahasa dan nada. Dari segi bahasa,
kalian bisa mencermati adakah kekhasan dari sebuah cerpen itu dalam pemilihan
sebuah gaya bahasa (majas), ungkapan yang digunakan. Jika dari segi nada kalian
dapat mencermati apakah ada kesan nada yang menimbulkan rasa romantis, simpatik
dan sebagainya dalam cerpen tersebut.
b.
Unsur Ekstrinsik Cerpen
Selain unsur instrinsik, cerpen juga memiliki beberapa unsur ekstrinsik
yang antara lain adalah :
1) Latar Belakang
Masyarakat
Pengaruh latar
belakang masyarakat kepada pembuatan cerpen itu sangatlah berpengaruh,
Pemahaman untuk itu bisa berupa antara lain adalah kondisi politik, idiologi
negara, kondisi sosialnya, dan juga kondisi keekonomian masyarakat.
2) Latar Belakang
Seorang Pengarang
Latar belakang
pengarang itu terdiri dari, biografi pengarang tersebut bagaimana, kondisi psikologis
pengarang bagaimana, serta aliran sebuah sastra yang dimiliki penulis sangatlah
mempengaruhi terhadap terbentuknya sebuah cerpen.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar